PENGELOLAAN LABORATURIUM IPA

SISTEM MANAJEMEN LABORATURIUM IPA



I.    Pengertian Dan Fungsi Laboratorium
Laboratorium atau  Laboratory  pada kamus Webster’s, yaitu  A building or room in which  scientific experiments are conducted, or where drugs, chemicals explosives are tested or compounded.  Pada kamus Oxford,  Laboratory:  room or building used for scientific  experiments, research, testing, etc esp in chemistry… language. (Hornby, 1985).  Pada Wikipedia, Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran  ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan  dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya  dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium  fisika, laboratorium  kimia,  laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. (Wikipedia, 2007). Pada SPTK-21 dikemukakan Laboratorium merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori  keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian uji coba, penelitian,  dan sebagainya dengan  menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai (Depdiknas, 2002).
Dalam konteks pendidikan di sekolah laboratorium mempunyai  fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung.  Kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang sangat besar  terutama dalam:
1. Membangun pemahaman konsep;
2. Verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep;
3. Menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta afektif siswa;
4. Menumbuhkan “rasa suka” dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari;
5. Melatih kemampuan psikomotor.

II Struktur organisasi laboratorium
Pengorganisasian atau pengelolaan laboratorium dapat diartikan sebagai pelaksanaan dalam pengadministrasian, perawatan, pengamanan, serta perencanaan untuk pengembangan secara  efektif dan efisien.  Sesuai dengan fungsi laboratorium sekolah,  sebagai salah satu fasilitas  penunjang proses pembelajaran, maka kedudukan laboratorium dalam organisasi sekolah berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Madrasah dengan penugasan dari Kepala  Madrasah.
Penanggungjawab laboratorium bertugas menyusun tata tertib laboratorium,  program kerja laboratorium,  dan  jadwal  pelaksanaan kegiatan  praktikum;  bersama-sama dengan laboran  melakukan  inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas;  bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana;  menyusun dan mengajukan kebutuhan alat dan bahan kepada Kepala Sekolah; serta menciptakan suasana akademik laboratorium yang nyaman dan kondusif sehingga menjamin keselamatan kerja di laboratorium.
Laboran bertugas  memfasilitasi setiap kegiatan laboratorium yang dilaksanakan sesuai dengan program dan tujuan penyelenggaraan laboratorium; menyiapkan alat dan bahan yang  diperlukan untuk kegiatan praktikum;  memberikan pelayanan kepada guru dan praktikan selama kegiatan praktikum berlangsung; melakukan inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan,  dan fasilitas; bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; serta bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana. Agar  laboran dapat  bekerja secara optimal, maka perlu menguasai dan memahami segala sesuatu yang berkaitan  dengan  ruang  lingkup tugasnya di laboratorium seperti administrasi laboratorium, layanan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan bahan dan alat-alat laboratorium, serta tugas-tugas  lain  yang diberikan oleh  penanggung jawab  laboratorium.

III. Sarana dan prasarana laboratorium
Sebagai tempat pembelajaran, laboratorium pada umumnya mempunyai sarana dan prasarana
yang terdiri atas:
1.   Ruang laboratorium: ruang  untuk kegiatan praktikum,  ruang  kegiatan administrasi dan persiapan, serta ruang penyimpanan.
2.   Fasilitas laboratorium:  intalasi air (bak cuci dan kran air), intalasi/jaringan listrik, saluran  gas, lemari asap, blower/kipas angin, meja, kursi,  lemari, rak, papan tulis, alat pemadam kebakaran, kotak obat-obatan, peralatan P3K, dll.
3.   Alat-alat laboratorium:  pH meter,  mikroskop, neraca, osiloskop,  labu Erlemeyer, labu  ukur.
4.  Zat (bahan kimia): asam florida, amoniak pekat, eter, oksigen,

Untuk lebih jelas akan dibahas beberapa pengelolaan sarana dan prasarana laboratorium.
1. Ruang Laboratorium
Bentuk, ukuran, denah atau tata letak fasilitas dari setiap ruangan itu dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap kegiatan yang dilaksanakan di dalamnya dapat berjalan dengan baik dan nyaman, memudahkan akses dari ruangan yang satu ke ruangan yang lainnya, memudahkan pengontrolan, menjaga keamaan alat-alat dan memelihara keselamatan kerja. Berikut ini adalah contoh gambaran umum ruangan-ruangan laboratorium.
a.  Ruang praktikum
Ruang praktikum merupakan bagian utama dari sebuah laboratorium sekolah. Ruang praktikum adalah ruang tempat berlangsungnya proses pembelajaran di laboratorium. Proses pembelajaran di dalam ruang praktikum dapat berupa peragaan atau demonstrasi, praktikum perorangan atau kelompok, dan penelitian. Proses pembelajaran di ruang praktikum menuntut tempat yang lebih luas dari pada proses pembelajaran klasikal di dalam kelas biasa. Olehkarena itu luas ruang praktikum harus dapat memberikan keleluasaan bergerak kepada siswa dan guru selama melakukan proses pembelajaran. Luas ruang praktikum ini tentu harus memperhitungkan jumlah siswa dan guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran di dalamnya. Luas ruang praktikum  persiswa rata-rata 2,5 m2 (termasuk meja kerja). Jadi bila kita ingin laboratorium memuat 40 siswa, maka luas laboratorium tersebut hendaknya sekitar 100 m2
b.  Ruang administrasi dan persiapan
Ruang  adminstrasi dan  persiapan adalah ruang yang disediakan untuk melakukan pengadministrasian, perawatan dan persiapan alat-alat serta bahan. Bila sekolah atau laboratorium memiliki petugas laboran, ruang  administrasi dan persiapan juga dapat digunakan sebagai ruang kerja laboran dalam melayani kegiatan aboratorium kepada guru dan siswa. Ruang  administrasi dan  persiapan terdapat di dalam laboratorium, di  antara ruang praktikum dan ruang penyimpanan atau gudang.
Ruang  administrasi/persiapan dan ruang praktikum sebaiknya disekat dengan dinding  berkaca bening atau ram kawat, sehingga dari dalam ruang ini guru atau laboran dapat  melihat kegiatan yang terjadi di dalam ruang praktikum.
IV. Administrasi Laboratorium
Pengadministrasian merupakan suatu proses pedokumentasian seluruh  sarana dan prasaran serta  aktivitas laboratorium.  Dalam  kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan, pada makalah ini yang akan dibahas lebih lanjut mengenai pengadministrasian  sarana dan prasarana. Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan:
•  Mencegah kehilangan / penyalahgunaan
•  Memudahkan  operasional dan pemeliharaan
•  Mencegah duplikasi /overlapping  permintaan alat
•  Memudahkan pengecekan
Laboratorium di sekolah terdiri atas beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda, namun dari sudut pandang pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa.  Untuk keperluan administrasi diperlukan beberapa format yang terdiri atas:
Format A  : Data ruangan laboratorium
Format B1  : Kartu barang
Format B2  : Daftar barang
Format B3  : Daftar penerimaan/pengeluaran barang
Format B4  : Daftar usulan/permintaan barang
Format C1  : Kartu alat
Format C2  : Daftar alat
Format C3  : Daftar penerimaan/pengeluaran alat
Format C4  : Daftar usulan/permintaan alat
Format D1  : Kartu zat
Format D2  : Daftar zat
Format D3  : Daftar penerimaan/pengeluaran zat
Format D4  : Daftar usulan/permintaan zat


Dari artikel tersebut adapun rumusan masalahnya adalah :
1.   Menurut pendapat anda, bagaimana managemen laboraturium Ipa yang dkatakan ideal ?
2.   Apakah sama maagemen Laboraturium IPA di sekolah dengan Laboraturium IPA di kampus?
3.   Apakah SOP pada laboraturium itu disusun oleh kepala lbor saja ataupun semua guru yang berkaitan dengan Lab ikut serta dalam penyusunan ?

Komentar

  1. Menurut pendapat saya,manajemen standar laboratorium IPA yang ideal ! terdiri dari peng-administrasian, perawatan, pengamanan, perencanaan untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. dengan cara itulah kualitas laboratorium IPA disekolah bisa ideal.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 menurut saya manajemen di kampus biasanya standar ISO, kalau di sekolah masih menggunakan standar nasional, aktivitas lab di kampus lebih sering digunakan, berbeda dengan sekolah kegitan lab tidak sering digunakan

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 1, manajemen ipa yang dikatakan ideal adalah manajemen yang terorganisir dan terstruktur dari segala aspek, seperti sistem administrasinya, tata letaknya, inventarisnya, dan semua itu berpedoman pada SOP yang sudah dibuat sebelumnya

    BalasHapus
  4. Apakah SOP pada laboraturium itu disusun oleh kepala lbor saja ataupun semua guru yang berkaitan dengan Lab ikut serta dalam penyusunan ? semua yang terkait dengan laboratorium seperti :kepala labor, laboran, tekhnisi yang disetujui atau ditandatangani oleh kepala labor.

    BalasHapus
  5. Assalamuaaikum
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1. Laboratorium IPA dapat dikatakan ideal apabila semua sistem menajemen yang berjalan di dalamnya sudah terkoordinir dengan baik. Mulai dari struktur organisasi, SOP, tata letak ruang, tata letak alat-alat dll.

    BalasHapus
  6. Apakah sama maagemen Laboraturium IPA di sekolah dengan Laboraturium IPA di kampus?
    menurut saya mangement nya dalam garis besar yang sama, namun dikampus lebih kompleks dengan pengorganisasian yang lebih baik. artinya penting nya managemen yang membuat kualitas mutu labor baik

    BalasHapus
  7. Menanggapi pertanyaan no 2
    Laboratorium IPA dapat dikatakan ideal yaitu laboratorium yang memenuhi kebutuhan siswa, memeiliki sistem manajemen yang baik yang terdiri dari memiliki struktur organisasi yang terdiri dari personil yang memiliki SDM yang baik, memiliki sarana dan prasarana yang memadai(perlekangkapan lab), penataan dan pengadministrasian yang teratur.

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan pertama, mnrt saya managemen leb yg ideal apabila telah teragreditas, krna hal tersbut membuktikan bhwa leb trsbut telah memenuhi syarat keidealan sbuah leb. Terimah kasih..

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi no 1
    Menurut pendapat anda, bagaimana managemen laboraturium Ipa yang dkatakan ideal ?
    Menejemen labor yang ideal adalah sarana dan prasarana nya lengkap, penataan, pengadministrasian dan pengelolaan nya berjalan dgn efesien dan di kelola oleh struktur organisasi laboratorium
    Terima kasih

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi no 1
    Menurut pendapat anda, bagaimana managemen laboraturium Ipa yang dkatakan ideal ?
    Menejemen labor yang ideal adalah sarana dan prasarana nya lengkap, penataan, pengadministrasian dan pengelolaan nya berjalan dgn efesien dan di kelola oleh struktur organisasi laboratorium
    Terima kasih

    BalasHapus
  11. Menanggapi pertanyaan nomor 2 lab sekolah tidak sama dgn lab kampus, krn pemakaian dan praktikannya sudah berbeda dalam tujuan praktikum, tentu lab kampus lebih lengkap dri lab sekolah

    BalasHapus

Posting Komentar